Saturday, May 4, 2013

Anggur Organik

Anggur Organik
Salah satu dari Anda mungkin pernah mengatakan bahwa buah anggur paling enak jika di panen secara tradisional tanpa bantuan mesin atau alat modern apapun. Pernahkan Anda berpikir jika sejumlah serangga masuk dalam keranjang panen? Para pekerja memanen buah anggur yang sedemikian banyaknya, tentu saja mereka sangat sibuk dan tidak sampai memeriksa buah yang telah masuk dalam keranjang. Intinya, banyak serangga yang masuk dan memakan buah anggur dalam keranjang panen. Anggap saja serangga-serangga itu sebagai tambahan gizi termasuk protein dan serat.

Bagaimana dengan anggur untuk produksi wine? Sebagian besar buah anggur yang akan difermentasi atau digunakan untuk produksi wine dipanen dengan mesin pemotong. Mesin sejenis ini akan mengambil semua yang ada di hadapannya termasuk batang kayu, serangga, binatang pengerat, dan bahkan mamalia berukuran sedang. Semuanya bisa saja ikut diproses dan menjadi bahan untuk wine mahal yang Anda punya. Bahan ini disebut MOG atau “Material other than grapes”

“Semakin tua, rasa anggur akan semakin enak”, setidaknya itulah yang sering saya dengar dari film-film Hollywood. Benarkah? Pada tahun 2001, di Ontario, Canada (tempat ini terkenal sebagai produsen anggur), banyak lahan anggur diserang hama Ladybug (sejenis kumbang kecil). Saat diusik, kumbang-kumbang ini mengeluarkan cairan, sangat kuat dan mengandung pyrazine (menyebabkan rasa anggur seperti kacang anyir/tengik). Zat ini diperbolehkan pada saat itu sebagai bahan pembuatan anggur.

SUMBER 1
SUMBER 2
SUMBER 3

No comments:

Post a Comment